Binjai — Jurnalisku.com
Senin pagi, 11 Mei 2026, baru saja matahari menyingsing, jalanan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, sudah bersimbah darah. Seorang pelajar SMA berseragam putih-abu yang hendak menuntut ilmu menjadi korban keganasan begal bersenjata celurit. Tubuhnya luka-luka akibat sabetan membabi buta, motor nyaris raib, dan trauma mendalam kini melekat di usia belianya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat korban melintas sendirian menuju sekolah. Dari arah belakang, dua pelaku berboncengan memepet lalu mengayunkan senjata tajam ke arah tangan dan punggung korban. Korban sempat melawan, terjatuh, dan berteriak minta tolong. Warga yang mendengar jeritan itu berhamburan keluar, membuat pelaku panik dan kabur tanpa sempat membawa motor korban. Nyawa selamat, tapi luka fisik dan mental masih membekas. Kini korban terbaring di rumah sakit, menjalani jahitan dan observasi intensif.
*Kapolres Binjai: Kami Berempati, Binjai Tidak Akan Tunduk pada Begal*
Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, turun langsung merespons kejadian biadab tersebut. “Kami sangat berempati terhadap korban. Ini anak kita, generasi Binjai. Tidak boleh ada lagi pelajar yang berangkat sekolah dengan rasa takut,” tegasnya Senin, 11 Mei 2026.
Ia menolak keras narasi yang menyebut Kota Binjai tidak aman. “Tolong jangan di-framing dari satu dua kejadian seolah-olah Binjai tidak aman. Kami berkomitmen penuh, siang malam, menjaga Kota Binjai tetap menjadi rumah yang aman untuk semua,” ujarnya.
AKBP Mirzal membeberkan, selama beberapa pekan terakhir Polres Binjai dan seluruh Polsek jajaran sudah menggeber patroli gabungan skala besar. “Patroli preventif kami fokuskan di jam dan titik rawan, subuh hingga pagi dan malam hingga dini hari. Kami cegah dari hulu: balap liar kami bubarkan, geng motor kami sikat, knalpot brong kami tindak, kenakalan remaja kami bina. Semua agar tidak bermutasi jadi kejahatan jalanan seperti begal,” paparnya.
*Dibentuk Tim Khusus Anti Begal: Tidak Ada Tempat Bersembunyi di Binjai*
Untuk penindakan, AKBP Mirzal memastikan Satreskrim sudah mengantongi petunjuk awal. “Tim sudah olah TKP, ambil rekaman CCTV, dan periksa saksi-saksi. Identitas pelaku segera kami kantongi,” katanya.
Tak cukup sampai di situ, ia meneken perintah pembentukan Tim Khusus Anti Begal. “Saya bentuk tim khusus anti begal. Tugasnya jelas: buru, tangkap, proses hukum. Tidak ada ruang bagi pelaku untuk bermain di Binjai. Kami sikat habis sampai ke akar,” tegasnya dengan nada berapi-api.
*Pesan untuk Warga: Waspada Tingkat Dewa, Parkir Jangan Sembarangan*
Kapolres menitipkan pesan keras kepada seluruh warga Kota Binjai. “Hati-hati di jalan. Jangan melintas di gang sepi sendirian saat subuh dan malam. Parkir kendaraan di tempat terang, ramai, dan kalau bisa yang ada CCTV atau penjaga,” ucapnya.
Ia menutup dengan filosofi yang menggugah: “Jadilah polisi bagi diri sendiri. Artinya waspada di mana pun dan kapan pun berada. Curiga, lapor. Lihat gerak-gerik mencurigakan, telepon 110. Keamanan kota ini tanggung jawab kita bersama.”
Hingga Senin sore, Tim Khusus Anti Begal Polres Binjai masih menyisir kantong-kantong yang diduga menjadi sarang pelaku. Sementara warga Bandar Senembah menggelar ronda dadakan, memastikan tidak ada lagi seragam sekolah yang ternoda darah di jalanan. Binjai sedang melawan, dan begal harus tahu: kota ini tidak akan tinggal diam.
