Medan — Jurnalisku.com
Halaman samping Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution No.6, Pangkalan Masyhur, Medan Johor, berubah jadi pasar rakyat sejak Jumat pagi, 30 April 2026. Ratusan warga antre tertib di bawah tenda, memburu bahan pokok murah lewat program bertajuk “Gerakan Pangan Murah (GPM), Dalam Rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan”. Begitu gerbang dibuka, beras, minyak goreng, gula, cabai merah, cabai hijau, bawang, tomat, dan aneka sayur langsung diserbu.
Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Sri Ukur Sembiring, yang meninjau langsung kegiatan menyebut GPM bukan sekadar pasar murah. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses ke bahan makanan sehat dengan harga terjangkau,” ujarnya. Menurutnya, GPM dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen. “Diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Sembiring.
Agar pasokan terjamin dan harga tetap di bawah pasar, Distanhorbun Sumut menggandeng Bulog, produsen minyak goreng, serta pelaku UMKM swasta. “Pada kegiatan ini, kami bekerjasama dengan Bulog dan produsen minyak goreng serta UMKM swasta demi mensukseskan program ketahanan pangan,” tegas Sembiring. Ia menyebut harga murah sesuai HET dan variasi komoditas menjadi magnet utama. “Ada beras, gula, minyak goreng, cabai merah, cabai hijau, sayur-sayuran, bawang, tomat, dan lainnya. Semua di bawah harga pasar,” jelasnya.
Antusiasme warga tak terbendung. Bu Ria ibu rumah tangga asal Karya Jaya Medan Johor, datang sejak pukul 07.00 WIB dan pulang dengan dua kantong penuh. “Sangat bersyukur dan terima kasih adanya kegiatan ini. Harga beras beda jauh sama di pajak. Minyak juga murah. Saya harap kegiatan serupa bisa rutin dan digelar di banyak tempat. Ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses bahan pokok dengan harga relatif murah,” tuturnya dengan wajah berbinar.
GPM Jumat ini menjadi bukti: ketika harga pangan dijaga, rakyat datang. Di tengah fluktuasi harga cabai dan beras, intervensi langsung seperti ini terasa menenangkan dompet. Distanhorbun Sumut berjanji akan menggulirkan GPM secara berkala ke titik-titik padat penduduk. Tujuannya satu, memastikan tak ada warga Sumut yang kesulitan menaruh lauk di meja makan hanya karena harga tak bersahabat.(DM)


