-->

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga cahaya Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kebahagiaan dalam keluarga, dan keberkahan dalam kehidupan."

TEGAK DI ATAS KHITTAH PEMBINAAN: TIGA TAHUN BERTURUT-TURUT MEDAN AMPLAS HANYA KIRIM KAFILAH ASLI DOMISILI, LPTQ SERUKAN REGENERASI QUR’ANI YANG BERJENJANG

Editor: Redaksi author photo






Kolase foto Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan SIP, MSP dengan Ketua LPTQ Kecamatan Medan Amplas, H Ahmad Muhajir.

Medan — Jurnalisku.com

Di tengah praktik lintas-kecamatan yang kerap terjadi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an, Kecamatan Medan Amplas memilih jalan sunyi namun bermartabat: tiga tahun berturut-turut hanya mengikutkan kafilah asli dari wilayahnya sendiri. Pada MTQ ke-59 Kota Medan 2026, komitmen itu kembali dibuktikan dengan pengiriman 25 putra-putri terbaik Medan Amplas untuk berlaga di sejumlah cabang, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, fahmil, syarhil, hingga kaligrafi.


Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Medan Amplas, H. Ahmad Muhajir, menegaskan sikap tersebut bukan sekadar administratif, melainkan prinsip. “Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir sejak kami diamanahkan sebagai pengurus LPTQ, seluruh peserta yang kami kirimkan adalah anak-anak kami sendiri, yang rumah dan kehidupannya memang di Kecamatan Medan Amplas. Kami tahu betul domisilinya. Jadi murni, tidak ada peserta dari luar kecamatan,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Kamis (16/4/2026).


Bagi Ahmad Muhajir yang juga mantan qari nasional, istiqamah pada khittah LPTQ adalah kunci. Lembaga ini lahir untuk mengembangkan dan membina, bukan sekadar mengumpulkan piala. “Penjaringan generasi Qur’ani secara berjenjang harus dilakukan pengurus LPTQ. Itulah garis haluan kita. Kalau pembinaan jalan, prestasi akan mengikuti. Tapi kalau prestasi dikejar dengan jalan pintas, kita kehilangan ruh pembinaan,” tegasnya.


Ia mendorong seluruh pengurus LPTQ kecamatan se-Kota Medan untuk kembali pada nawacita lembaga: melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan membawa maslahat bagi lingkungan. “Semakin banyak generasi Qur’ani yang kita lahirkan, insyaallah Kota Medan yang kita cintai ini akan mendapat keberkahan dari Allah SWT. Sebab Allah akan menolong orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai Al-Qur’an, dan keberkahan turun ketika kita dekat dengan kalam-Nya,” tutur Ahmad Muhajir.


Apresiasi khusus disampaikan kepada Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan, beserta jajaran. Meski mengemban amanah di masa transisi menjelang MTQ ke-59, Zulfahmi dinilai menunjukkan komitmen kuat memotivasi kafilah, memfasilitasi pembinaan, dan hadir langsung memberi dukungan moril. “Beliau bahkan menyatakan komitmen untuk meningkatkan dukungan di semua sisi pada MTQ ke-60 tahun depan, agar Medan Amplas bisa bersaing lebih ketat dengan kecamatan lain menuju juara umum,” ungkap Ahmad Muhajir.


Perhelatan MTQ ke-59 tingkat Kota Medan sendiri berlangsung 11–18 April 2026 dan dipusatkan di Jalan Gatot Subroto Km 5,5, Kecamatan Medan Sunggal. Bagi Medan Amplas, angka 25 peserta mungkin tak sebesar kafilah lain. Namun nilai yang dibawa lebih besar: integritas proses, pembinaan yang jujur, dan keberanian memulai dari rumah sendiri. Dalam jangka panjang, jalan ini diyakini melahirkan bukan hanya juara sesaat, melainkan guru ngaji, imam, hafiz, dan dai yang tumbuh dari masjid-masjid, rumah tahfiz, dan sekolah-sekolah di lingkungan mereka. Itulah makna terdalam dari sebuah musabaqah: bukan sekadar menang hari ini, tetapi menyiapkan generasi yang menjaga Al-Qur’an tetap hidup esok dan seterusnya.(Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini