MEDAN – JURNALISKU.COM
Pelaksanaan program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan terpaksa dihentikan sementara waktu selama tiga hari.
Penghentian sementara tersebut berlaku pada tanggal 19–21 Oktober 2026, menyusul penerapan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat bencana kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Medan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, seperti dilansir dari Detikcom.
Kebijakan tegas namun penuh pertimbangan ini diambil oleh pihak madrasah karena seluruh siswa tidak perlu datang ke sekolah selama masa pembelajaran jarak jauh demi menjaga kesehatan dan keselamatan dari dampak buruk kabut asap yang semakin pekat.
Wakil Kepala MAN 1 Medan bidang Akademik, Herry Afandi Limbong, menjelaskan secara rinci bahwa penghentian distribusi MBG tersebut berlaku selama kegiatan pembelajaran berlangsung secara penuh dari rumah masing-masing siswa.
Pihak madrasah juga telah melakukan langkah cepat dan koordinatif dengan berkoordinasi secara intensif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak yang bertugas memasok dan mendistribusikan makanan bergizi ke madrasah untuk menyesuaikan distribusi makanan selama periode PJJ berlangsung.
Herry menjelaskan bahwa kegiatan belajar dari rumah membuat pihak sekolah tidak mungkin dan tidak etis untuk mendatangkan para siswa hanya untuk menerima makanan dari program MBG, karena hal tersebut justru bertentangan dengan tujuan utama PJJ yakni melindungi siswa dari paparan kabut asap berbahaya.
"Kalau untuk MBG memang kita hentikan ya, karena pembelajaran jarak jauh ini tidak mungkin kita mendatangkan siswa ke sekolah hanya untuk MBG saja. Jadi kita hentikan semua aktivitas di madrasah selama PJJ ini. Kesehatan anak-anak adalah yang paling utama," ujar Herry Afandi Limbong, Wakil Kepala MAN 1 Medan bidang Akademik dengan tegas saat dikonfirmasi awak media.
Menurut Herry, penghentian distribusi MBG ini bukanlah keputusan sepihak, melainkan telah dibicarakan dan dikoordinasikan secara matang dengan SPPG yang selama ini bertugas memasok makanan bergizi setiap harinya ke MAN 1 Medan. Koordinasi tersebut dilakukan secara baik agar penyaluran MBG dapat disesuaikan, ditunda, dan diatur ulang sesuai dengan kondisi pembelajaran yang berlangsung secara jarak jauh.
"Kita sudah koordinasi dengan SPPG. Mereka dengan adanya PJJ dan keadaan kabut asap seperti ini, mereka sudah memahaminya dengan sangat baik. Jadi tidak ada masalah, mereka sangat kooperatif dan mendukung kebijakan sekolah demi keselamatan siswa," tambah Herry.
Lebih lanjut dijelaskan, jadwal distribusi rutin MBG di MAN 1 Medan selama ini memang berlangsung setiap hari kerja, yakni setiap Senin hingga Jumat. Sementara itu, pada hari Sabtu, siswa memang tidak menerima pasokan makanan dari program tersebut karena merupakan hari libur kegiatan belajar mengajar.
Dengan jadwal rutin yang sudah berjalan tersebut, maka penghentian sementara yang diumumkan secara resmi oleh pihak madrasah mencakup tiga hari sekolah yang efektif, yakni Senin hingga Rabu pada pekan berikutnya.
Kebijakan ini sepenuhnya mengikuti periode penghentian dan penerapan PJJ yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Medan dan pihak madrasah selama 19–21 Oktober 2026 akibat darurat kabut asap karhutla yang melanda.
"Kebetulan untuk di sekolah kita program MBG hanya sampai Hari Jumat, jadi di Hari Sabtu memang tidak ada. Jadi yang disetop itu dari Senin sampai Rabu minggu depan sesuai jadwal PJJ. Setelah PJJ selesai dan siswa kembali masuk seperti biasa, program MBG akan langsung kita lanjutkan kembali normal," ungkap Herry mengakhiri penjelasannya.
Langkah MAN 1 Medan ini pun mendapat dukungan dari para orang tua siswa yang menilai kebijakan tersebut sangat tepat, humanis, dan mengutamakan kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara Kota Medan yang sedang tidak sehat akibat kabut asap karhutla.(DM).
