-->

NU SUMATERA UTARA PERKUAT UKHUWAH ISLAMIYAH DAN SEMANGAT RAMADHAN: PERINGATAN NUZULUL QUR’AN DAN BUKA PUASA BERSAMA DI JALAN SEI BATANG HARI

Editor: Redaksi author photo

 






Medan - Jurnalisku.com

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara menggelar acara Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkai dengan buka puasa bersama di pelataran Kantor PWNU Sumatera Utara, Jalan Sei Batang Hari No. 52, Kota Medan, Senin (9/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para tokoh ulama, pengurus Nahdlatul Ulama, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan penuh nilai keagamaan dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin di Sumatera Utara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperdalam makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Sejak sore hari, pelataran kantor PWNU Sumut mulai dipadati undangan yang hadir untuk mengikuti acara yang sarat dengan nuansa religius tersebut. Acara diawali dengan hiburan hadrah yang menambah semarak suasana Ramadhan.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz H. Mat Kasat Lubis, (tautan tidak tersedia), yang dikenal sebagai Qori Nasional. Suasana semakin khidmat ketika para peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Shubbanul Wathon yang menjadi simbol semangat nasionalisme dan kecintaan kepada Nahdlatul Ulama.


Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran Nahdlatul Ulama yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni sosial, keagamaan, serta memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.


Ketua PWNU Sumatera Utara, Dr. KH. Marahalim Harahap, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an harus dijadikan sebagai pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun peradaban yang lebih baik.


Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Drs. KH. Sutan Syahrir Dalimunthe, M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa turunnya Al-Qur’an bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum spiritual yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan umat Islam.


Menjelang waktu berbuka puasa, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan berkumpul dan menunggu azan magrib untuk berbuka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas yang kuat di antara warga Nahdlatul Ulama. 

Share:
Komentar

Berita Terkini