Labuhan Deli - Jurnalisku.com
Warga meresahkan aroma tak sedap kotoran manusia ketika melintas di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli di Jalan Titi Pahlawan, Lingkungan VII Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
“Aroma tak sedap kotoran manusia ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Namun hingga kini sepertinya belum ada upaya yang signifikan dari pihak Rutan untuk mengatasinya,” ujar warga setempat yang enggan menyebut namanya, Selasa (02/6/2026).
Sementara, salah seorang pegawai Rutan Kelas I Labuhan Deli yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui bahwa aroma tak sedap tersebut merupakan bau kotoran manusia.
Menurutnya, hal itu terjadi akibat kurang disiplinnya para warga binaan yang menghuni Rutan. Meski kerap diingatkan untuk menjaga kebersihan, namun para warga binaan tetap membandel untuk buang kotoran sembarangan.
“Kami sudah sering mengingatkan agar warga binaan menjaga kebersihan. Tapi ya mereka agak susah dibilangi. Ada saluran air mereka gunakan untuk buang kotoran,” ujarnya dalam perbincangan singkat usai sholat Dzuhur di Masjid Al Ikhlas yang berada persis di samping Rutan Labuhan Deli.
Ia juga mengatakan bahwa jumlah warga binaan di Rutan Labuhan Deli saat ini telah melebihi kapasitas tampung dari yang mestinya 500 orang menjadi 1.500 lebih.
Dari pantauan di depan Rutan Labuhan Deli, tampak saluran parit (drainase) airnya berwarna kuning dan menggumpal seperti dipenuhi kotoran. Tampak di saluran drainase itu dibuat kotak-kotak beton dan jejaring besi bagaikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Hingga berita ini ditayangkan, Kamis (04/6/2026), Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait hal tersebut.
