Medan – Jurnalisku.com
Kelangkaan beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam 10 hari terakhir di Kota Medan benar-benar bikin masyarakat menjerit. Hilangnya komoditas andalan pemerintah ini membuat harga beras medium komersial melambung ugal-ugalan hingga menyentuh Rp78.000 sampai Rp85.000 per karung isi 5 kg.
Kondisi kritis ini memantik respons keras dari Ketua Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia (KP-GTI) Kota Medan, Suwarno, S.E., M.M. Menurutnya, absennya beras SPHP di pasar tradisional menjadi mimpi buruk bagi masyarakat kelas bawah.
"Kosongnya stok beras SPHP selama sepuluh hari ini adalah pukulan telak buat warga berpenghasilan rendah di Medan. Begitu instrumen pengendali harga dari pemerintah ini hilang di pasar, tidak ada lagi penahan bagi beras komersial untuk naik secara liar. Akibatnya, masyarakat terpaksa memotong anggaran kebutuhan lain hanya demi bisa membeli beras," ujar Suwarno dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Kelangkaan ini diakui Suwarno memicu efek domino yang merusak stabilitas pangan di Kota Medan. Di antaranya, SPHP yang biasa jadi pembatas harga komersial mendadak gaib, bikin harga beras medium biasa meroket melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kemudian, warga lapis bawah yang belum terdaftar menerima bantuan pangan langsung (Banpang) jadi pihak yang paling menderita karena terpaksa membeli beras komersial yang mahal. Begitu pula dengan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar keliling, jadi tidak optimal karena kehilangan stok komoditas utamanya. Warga pun terpaksa berebut stok beras lokal yang super terbatas.
"Kondisi ini mengancam inflasi di sektor pangan, di mana Kota Medan sebagai pusat perdagangan Sumut, tetapi mengalami kemacatan pasokan beras SPHP dalam 10 hari berturut-turut, sehingga berpotensi menaikkan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya," cecar Suwarno.
Melihat situasi yang makin genting, Suwarno mendesak Perum BULOG Kanwil Sumut dan Pemerintah Kota Medan untuk segera membongkar sumbatan distribusi di lapangan. "Jika dalam beberapa hari ke depan pasokan SPHP tidak kunjung diguyur ke pasar-pasar tradisional dan retail di Medan, risiko lonjakan inflasi daerah sektor bahan makanan akan sulit dihindari," tegas Suwarno.
Sumber: Humas KP-GTI
