-->

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga cahaya Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kebahagiaan dalam keluarga, dan keberkahan dalam kehidupan."

UJIAN SABAR 12 TAHUN TERBAYAR LUNAS: SYAIFULLAH HENDRA BERANGKATKAN ISTRI DAN EMPAT ANAK SEKALIGUS, UKIR REKOR KELUARGA PERTAMA KLOTER 3 EMBARKASI MEDAN 2026

Editor: Redaksi author photo

 






Medan—Jurnalisku.com

Langit Asrama Haji Medan, Kamis siang, 23 April 2026, menjadi saksi pecahnya tangis syukur seorang ayah. Setelah 12 tahun menapaki daftar tunggu yang tak pendek, Syaifullah Hendra bin Ahmad Hendra akhirnya menggenggam kepastian: dirinya bersama istri dan empat anak akan menunaikan rukun Islam kelima dalam satu rombongan. Keluarga besar itu tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Medan yang dijadwalkan lepas landas menuju Madinah dari Bandara Internasional Kualanamu, Jumat dini hari, 24 April 2026.


“Saya menunaikan rukun Islam kelima ini selain tanda syukur kepada Allah SWT juga untuk menambah keberkahan keluarga,” ucap Syaifullah dengan suara bergetar saat menjalani proses penerimaan jemaah di Gedung Jabbal Nur, Asrama Haji Medan. Di sampingnya, sang istri Lutfia Abdul Latif Barsalamah binti Abdul Latif Barsalamah, 48, tak kuasa menahan air mata. Empat buah hati mereka berdiri tegap: Muhammad Yaziid, 26, Muhammad Yasir Hendra, 26, Muhammad Akbar Hendra, 23, dan si bungsu Syavira Hendra, 17.


Keberangkatan ini mencetak catatan khusus. Kloter 3 menjadi rombongan pertama Embarkasi Medan 2026 yang memberangkatkan satu keluarga utuh dalam satu penerbangan. Syavira pun menyandang status jemaah termuda di kloter tersebut. Pelajar SMA Syaifaifullah Jalan Setia Budi Medan itu mengaku belum percaya bisa menginjak Tanah Suci di usia belia. “Ini mimpi yang jadi nyata. Terima kasih Ayah, terima kasih Ibu. Semoga kami bisa menjaga amanah ini,” katanya sambil menggenggam tangan sang bunda.


Syaifullah sekeluarga dibina oleh KBIH Al Mochtar pimpinan H. Mochtar. Kepada 185 jemaah binaannya, H. Mochtar berpesan agar menjaga kekompakan, disiplin waktu, dan adab selama 40 hari di Arab Saudi. “Haji itu madrasah. Pulangnya harus membawa perubahan. Jadilah duta Sumut yang tertib dan santun,” tegasnya.


Bagi Syaifullah, haji kali ini terasa berbeda. Ia pernah berhaji pada 2004, dan transformasi Asrama Haji Medan membuatnya terpukau. “Dulu serba manual, antre panjang. Sekarang semua satu atap, digital, tertib, dan nyaman. Ini bukti pelayanan haji kita naik kelas. Umat Islam patut bangga,” ujar pengusaha Kembar Ponsel Jalan Sisingamangaraja Medan itu. Ia menambahkan, keberangkatan bersama keluarga adalah ikhtiar spiritual agar rumah tangganya kian dilimpahi rahmat. “Saya akan mendoakan masyarakat Sumut, pelanggan, karyawan, dan terutama keluarga besar kami, agar hidup ini penuh berkah, dijauhkan dari musibah, dan dimudahkan rezekinya,” tutur pak Syaifullah.


Jumat dini hari nanti, enam paspor dengan nama belakang Hendra akan dicap petugas imigrasi Kualanamu. Dari Medan menuju Kota Nabi, dari ruang tunggu menuju Multazam, mereka membawa satu niat yang sama: menyempurnakan rukun Islam, menagih janji Allah tentang haji mabrur, dan pulang sebagai keluarga yang lebih bersyukur, lebih rukun, serta lebih bermanfaat bagi sesama. Sebuah kisah tentang sabar yang tak sia-sia, dan tentang haji yang menyatukan satu rumah dalam satu doa.

Share:
Komentar

Berita Terkini