Parapat — Jurnalisku.com
Sabtu 13 Juni 2026, tak hanya dihiasi gemerlap lampu Open Stage. Semangat baru untuk Sumatera Utara juga ikut menyala. Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara Ke-12 resmi ditutup oleh Pj. Sekda Sulaiman Harahap, SH, mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Digelar Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sumut, PIISU 2026 selama sepekan menjelma menjadi ruang diplomasi ekonomi. Bukan sekadar pameran, ajang ini mempertemukan kepala daerah, investor, inovator, dan UMKM dalam satu meja. Tujuannya jelas: mempromosikan potensi daerah, menarik investasi hijau, mendorong business matching, serta mempublikasikan inovasi teknologi dan kerajinan unggulan dari 33 kabupaten kota se-Sumut.
Dalam pidatonya, Bobby menitipkan tiga arah besar untuk Sumut. *Pertama, hentikan ekspor bahan mentah*. “Hilirisasi industri harga mati. Kita olah di sini, tambah nilai di sini, buka kerja di sini. Baru rakyat sejahtera,” tegasnya. *Kedua, UMKM harus naik kelas dengan data*. Ia meminta bupati dan wali kota se-Sumut mewajibkan feasibility study bagi UMKM binaan. “Jangan cuma dibina, tapi dianalisis. Kalau mau gaet investor, bawa data yang valid. UMKM harus terukur, bukan asal jalan,” ucap Bobby. *Ketiga, investasi wajib hijau*. Praktik usaha ramah lingkungan jadi syarat mutlak agar Sumut bisa bersaing di tengah isu perubahan iklim.
Pemprov Sumut juga tak tinggal diam. Digitalisasi UMKM dipercepat, akses pembiayaan diperluas, izin usaha dipermudah, sertifikasi halal difasilitasi. UMKM ditantang meningkatkan kualitas dan kuantitas agar bisa kolaborasi dengan industri besar dan ekspor. “Inovasi dan investasi adalah dua kaki pembangunan. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat jadi kunci ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Bobby.
Kepala DPMPTSP Sumut Nubaity Harahap menyebut PIISU 2026 sukses jadi jembatan. “Ini panggung untuk mengenalkan inovasi daerah, peluang investasi, produk UMKM, dan pariwisata Sumut ke investor dan publik. Harapannya ada transaksi, ada lapangan kerja baru,” katanya.
Penutupan dirangkai dengan pengumuman stand terbaik. SKK Migas keluar sebagai Juara 1, Kabupaten Simalungun Juara 2, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Juara 3. Riuh tepuk tangan mengiringi penyerahan trofi di tepi Danau Toba.
