-->

SUJUD SYUKUR DI GERBANG ASRAMA HAJI: NAILA BETTY PASTIKAN 81 JAMAAH TEBING TINGGI PULANG UTUH 100 PERSEN, KISAH LANSIA PASCA-OPERASI IKUT WUKUF JADI BUKTI KUASA ILAHI

Editor: Redaksi author photo










Medan — Jurnalisku.com

Tangis haru pecah di pelataran Asrama Haji Medan, Jumat malam 5 Juni 2026. Jarum jam tepat menunjuk pukul 21.00 WIB ketika iring-iringan bus Kloter 4 Debarkasi Medan melintas masuk gerbang. Dari 360 jamaah di dalamnya, 81 wajah penuh rindu itu adalah warga Kota Tebing Tinggi. Mereka turun satu per satu, disambut takbir dan pelukan keluarga. Lengkap. Sehat. Tanpa satu pun yang tertinggal.


Momen itu jadi pembuktian. Kepala Kantor Kemenhaj Tebing Tinggi, Naila Betty, berdiri di depan Aula Madinatul Hujjaj dengan wajah berseri. “Alhamdulillah ya Allah. 100 persen jamaah asal Tebing Tinggi kembali ke Tanah Air dengan selamat. Ini nikmat yang tak terkira,” ucapnya kepada awak media, Jumat malam.


Umi, sapaan akrab Naila Betty, membocorkan kisah di balik angka 100 persen tersebut. Ada perjuangan yang tidak semua orang tahu. Satu jamaah lansia asal Tebing Tinggi harus naik meja operasi sebelum puncak Armuzna. Kondisinya sempat kritis dan membuat tim kesehatan siaga penuh. Namun atas izin Allah, keajaiban terjadi. “Beliau pulih total. Bisa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina. Dan malam ini beliau pulang bersama kita semua. Ini bukti, kalau Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil,” tutur Naila dengan suara bergetar.


Terkait koper jamaah yang belum terangkut, Naila meminta keluarga tidak resah. “Insya Allah Sabtu pagi, 6 Juni 2026, seluruh koper yang tertinggal di Tanah Suci sudah mendarat di Medan. Petugas kloter sudah urus semuanya. Aman, tidak ada masalah,” tegasnya.


Tak lupa, Naila Betty melontarkan apresiasi setinggi langit untuk solidnya koordinasi antara Pemko Tebing Tinggi dan Kanwil Kemenhaj Sumut. “Ini kerja tim. Dari akomodasi hotel di Mekkah dan Madinah, bus shalawat yang on time, sampai menu makanan yang cocok di lidah jamaah. Semua terpenuhi. Ini standar pelayanan yang harus kita jaga,” katanya.


Menurut Umi, kunci suksesnya adalah komunikasi tanpa sekat. “Pemko dan Kemenhaj jalan bareng. Kendala kecil langsung diselesaikan di lapangan. Hasilnya, sampai hari ini zero masalah berarti,” imbuhnya.


Di ujung wawancara, Naila Betty menutup dengan doa yang diamini seluruh jamaah. “Semoga 81 jamaah Tebing Tinggi, juga seluruh jamaah Indonesia yang sudah dan akan pulang, diberi Allah kesehatan, keselamatan, dan yang utama: predikat haji mabrur dan mabrurah. Karena itulah oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci,” pungkasnya.


Malam semakin larut, namun Aula Madinatul Hujjaj masih riuh oleh isak tangis bahagia. Para suami memeluk istri, anak mencium tangan orang tua. Tebing Tinggi malam itu tidak hanya menyambut 81 warganya, tapi menyambut 81 cerita keimanan yang pulang dengan sempurna.

Share:
Komentar

Berita Terkini