-->

DARI MANOKWARI KE DELI SERDANG: PADUAN SUARA SUMUT SAPU GOLD CHAMPION, GEMA SUARA PUJIAN GETARKAN GALA DINNER APKASI KE-26

Editor: Redaksi author photo

 





Deli Serdang - Jurnalisku.com

Senin, 6 Juli 2026 — Nama Sumatera Utara kembali menggema di kancah nasional. Kali ini bukan lewat politik atau infrastruktur, tapi lewat nada. Lewat suara. Lewat prestasi anak-anak yang membawa pulang kebanggaan dari ujung timur Indonesia.


Di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV, PESPARAWI, Manokwari Papua Barat 2026, kontingen Sumut menorehkan sejarah. *Champion Gold 5* untuk kategori Solo Anak Putri Usia 11–15 Tahun resmi jadi milik Sumut, berdasarkan ketetapan Dewan Juri Nasional. 


Itu bukan sekadar juara. Itu bukti bahwa pembinaan musik gerejawi di Bumi Angkola, Karo, Melayu, Nias, dan seluruh penjuru Sumut sudah naik level.


*Otak di Balik Layar: Jonsu Sipahutar

Di balik piala itu ada sosok yang tidak bisa dilepaskan. *Jonsu Sipahutar*, Ketua Kontingen PESPARAWI Deli Serdang. Ia yang membangun disiplin, menempa mental, dan menjaga semangat anak-anak dari latihan pertama sampai detik pengumuman juara.


“Prestasi ini buah kerja keras pelatih, dukungan pemerintah, doa orang tua, dan semangat anak-anak. Kami membuktikan musik gerejawi bisa melahirkan karakter, vokal berkualitas, dan nama baik daerah,” ujar Jonsu.


*Dari Papua Terbang ke Panggung Para Bupati* 

Belum sempat istirahat, kontingen Sumut kembali dipercaya tampil. Tanggal 1 Juli 2026, mereka mengisi Welcome Dinner HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, APKASI, sekaligus HUT ke-80 Kabupaten Deli Serdang.


Panggungnya bukan panggung biasa. Di hadapan ratusan bupati, wali kota, menteri, dan tamu kehormatan nasional, anak-anak Sumut berdiri. Lalu mereka bernyanyi. 


Harmoni paduan suara pecah. Vokal bersih. Dinamika terjaga. Penampilan memukau. Satu ruangan gala dinner di Deli Serdang berdiri, bertepuk tangan, dan merinding. 


“Lelah di Manokwari terbayar di sini. Bisa tampil di gala dinner APKASI itu kehormatan besar bagi kami. Ini Deli Serdang. Deli Serdang penuh toleransi,” kata Jonsu Sipahutar.


Kalimat itu jadi headline malam itu. Karena di tengah perbedaan, musik menjadi bahasa pemersatu. Di forum kepala daerah se-Indonesia, suara pujian anak-anak Sumut jadi simbol kerukunan yang hidup.


*Deli Serdang Naik Kelas* 

Momentum ini sekaligus mengangkat citra Kabupaten Deli Serdang. Sebagai tuan rumah HUT APKASI ke-26, Deli Serdang tidak hanya menyajikan jamuan. Ia menyajikan kualitas. 


Para kepala daerah dari Aceh sampai Papua menyaksikan langsung. Yang mereka lihat: daerah yang mampu membina talenta, menjaga toleransi, dan tampil percaya diri di panggung nasional.


“Penampilan kontingen membuktikan juara di PESPARAWI bukan kebetulan. Ini hasil pembinaan jangka panjang. Ini investasi SDM yang nyata,” tegas Jonsu.


*Lebih dari Sekadar Lagu* 

Bagi masyarakat Sumut, Champion Gold ini artinya besar. Artinya anak daerah bisa bersaing dan menang. Artinya seni dan rohani tidak bisa dipisahkan dari pembangunan. Artinya ketika negara hadir lewat pembinaan, anak-anak akan membalas dengan prestasi.


Dari panggung PESPARAWI di Manokwari ke panggung kenegaraan di Deli Serdang, satu pesan yang sama dibawa kontingen Sumut: *kami datang untuk memberi yang terbaik bagi daerah dan bangsa.(Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini