-->

Keren! Wali Kota Medan Rico Waas Sebut Medan Fashion Culture Festival 2026 Wadah Kembangkan Wastra Lokal: Karya Medan Harus Mendunia, Tembus Pasar Internasional

Editor: Redaksi author photo

 




MEDAN – JURNALISKU.COM

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk terus mendorong dan mengembangkan wastra atau kain tradisional lokal agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar internasional.


Hal itu ditegaskan Rico Waas saat menyebut Medan Fashion Culture Festival (MFCF) 2026 menjadi salah satu wadah yang paling strategis dan konkret untuk mengembangkan wastra lokal di Kota Medan.


"Ini adalah upaya kita untuk mendorong semuanya agar karya-karya lokal kita bisa digunakan oleh seluruh masyarakat. Ini langkah konkret kita untuk mencintai produk sendiri," ujar Rico Waas dengan penuh semangat usai secara resmi membuka MFCF 2026 di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Medan, Selasa (14/10/2026).


Menurut orang nomor satu di Kota Medan tersebut, festival fashion budaya yang merupakan gagasan cerdas dan inovatif dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan ini membuka peluang yang sangat besar bagi para pengrajin lokal untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan karya-karya yang dapat membanggakan bagi daerah dan mengharumkan nama Kota Medan di kancah nasional maupun internasional.


Ia mengatakan, dukungan penuh dengan menyediakan wadah, panggung, dan ruang promosi seperti festival tersebut menjadi langkah nyata dan konkret dalam mendorong untuk mengembangkan kerajinan lokal di wilayah itu agar tidak hanya jalan di tempat.


"Nah sekarang kita harus membuka skala pikiran kita, membuka mindset kita yang lebih luas untuk bagaimana membangun dan mengembangkan karya-karya fesyen yang ada di Kota Medan ini agar naik kelas," katanya.


Rico Waas menilai karya-karya fesyen Indonesia terkhusus karya wastra Kota Medan memiliki kualitas, keunikan, dan daya tarik tersendiri yang tidak kalah saing, bahkan mampu bersaing dengan karya-karya dari luar negeri yang selama ini mendominasi pasar.


Oleh karena itu, ia berkomitmen penuh untuk terus mendukung perkembangan kerajinan lokal demi mewujudkan visi-misi Kota Medan yang maju, berkah, dan berdaya saing di sektor ekonomi kreatif.


"Kita memiliki target yang jauh lebih tinggi. Karya-karya fesyen kita ini harus bisa mendunia, harus bisa masuk ke pasar internasional. Kita punya ulos, kita punya songket, kita punya potensi luar biasa. Jangan sampai kalah dengan produk luar," ujar dia dengan nada optimis.


Ia berharap festival yang diselenggarakan di salah satu pusat belanja terbesar dan paling ramai di wilayah itu dapat meningkatkan semangat, motivasi, dan kepercayaan diri para pengrajin untuk terus berbuat, berinovasi, dan berkreasi demi mengembangkan karya-karya terbaiknya.


"Kita terus mendorong agar semua pihak, baik ASN, BUMN, BUMD, swasta, dan masyarakat umum untuk menggunakan produk-produk dari perajin lokal. Perajin kita tidak kalah hebat. Karya-karyanya bagus-bagus, berkualitas, dan punya cerita budaya yang kuat," ujar dia.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia, dalam laporannya mengatakan bahwa Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 yang mengangkat tema besar yang sangat keren yakni "Ulos In Innovation" akan diselenggarakan selama 6 hari penuh mulai tanggal 13 hingga 18 Oktober 2026.


"Kegiatan MFCF 2026 ini melibatkan delapan perajin lokal terbaik Kota Medan dan dua perajin nasional yang sudah punya nama di kancah fashion Indonesia. Ini kolaborasi yang luar biasa," ujar Odi.


Melalui inovasi desain yang modern, kekinian, namun tetap mempertahankan pakem budaya, serta kolaborasi apik antardesainer lokal dan nasional, Medan Fashion and Culture Festival 2026 diharapkan dapat memperluas penerimaan dan kecintaan masyarakat terhadap ulos di pasar fashion modern sekaligus membuka peluang ekonomi yang besar bagi industri kreatif dan perajin lokal.


Ulos pun tidak hanya menjadi warisan budaya leluhur yang dijaga dan dilestarikan, tetapi juga menjadi karya seni fashion yang terus berkembang, relevan dengan zaman, dan berpeluang besar untuk dikenal, dicintai, dan dipakai di pasar global sebagai identitas kebanggaan Kota Medan dan Indonesia.(Red).

Share:
Komentar

Berita Terkini