-->

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga cahaya Idul Fitri membawa kedamaian di hati, kebahagiaan dalam keluarga, dan keberkahan dalam kehidupan."

ADAT, AIR MATA, DAN AMANAH MABRUR: WABUP TAPTENG LEPAS KLOTER 14 MENUJU BAITULLAH, TEPUNG TAWAR UPA-UPA JADI SAKSI RESTU BUMI PESISIR UNTUK 355 TAMU ALLAH

Editor: Redaksi author photo





Medan - Jurnalisku.com

Rabu, 7 Mei 2026, Kabupaten Tapanuli Tengah dibalut suasana sakral yang menggetarkan kalbu. Ratusan calon jemaah haji Kloter 14 resmi dilepas menuju Baitullah dalam prosesi penuh makna. Takbir, tahmid, dan tangis haru keluarga pecah bersamaan, mengiringi langkah 355 tamu Allah memulai perjalanan suci yang telah diimpikan bertahun-tahun.


Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah, mewakili Bupati yang berhalangan hadir. Di hadapan jemaah, tokoh agama, Forkopimda, dan ratusan keluarga yang memadati lokasi, Wabup menyampaikan doa restu sekaligus menitipkan amanah besar atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Bumi Pesisir.


*Khusyuk Berbalut Adat: Qur’an, Tausiyah, Tepung Tawar, dan Upa-upa*


Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema meneduhkan. Suasana kian syahdu ketika tausiyah disampaikan, mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, melainkan perjalanan menuju Allah dengan seluruh jiwa dan raga. Doa bersama kemudian dipanjatkan, memohon kelancaran, kesehatan, keselamatan, serta kemabruran bagi seluruh jemaah.


Ciri khas Tapanuli Tengah terasa kuat dalam prosesi ini. Tradisi Tepung Tawar dan Upa-upa digelar khidmat oleh para tetua adat, alim ulama, dan pemuka masyarakat. Taburan beras kuning, percikan air doa, dan suapan simbolis menjadi bahasa adat untuk melepas dengan restu. “Tradisi ini bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga bentuk doa restu masyarakat agar jemaah senantiasa dilindungi dan diberkahi dalam setiap langkahnya,” ujar salah satu tokoh adat Tapteng.


Detik-detik perpisahan menjadi puncak haru. Pelukan erat anak kepada orang tua, genggaman tangan suami istri, bisikan doa dari cucu untuk kakek neneknya. Semua menjadi saksi bahwa haji adalah ibadah yang menyatukan air mata perpisahan dengan air mata syukur.


*Amanah Wabup: Tiga Kunci dari Tapteng untuk Tanah Suci*


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapteng menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas nikmat Allah SWT yang memperkenankan ratusan warganya menjadi dhuyufurrahman tahun ini. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kesehatan, dan kekuatan lahir batin selama di Tanah Suci,” ujarnya dengan suara bergetar menahan haru.


Wabup menitipkan tiga pesan utama. Pertama, jaga kesehatan lahir dan batin karena haji adalah ibadah fisik yang menuntut stamina dan kesabaran tingkat tinggi. Kedua, jaga kekompakan dan tolong-menolong di tengah jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia. Ketiga, luruskan niat hanya karena Allah, bukan karena gelar atau pujian. “Jaga kesehatan tubuh dan hati. Jalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan sabar. Kami berharap Bapak Ibu semua kembali ke tanah air, kembali ke Tapanuli Tengah dengan membawa predikat HAJI MABRUR, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat luas,” tegasnya.


Lebih jauh, Wabup menekankan bahwa setiap jemaah adalah wajah Tapanuli Tengah di hadapan dunia. “Bapak Ibu membawa nama baik daerah. Tunjukkan akhlak karimah, disiplin, dan rendah hati. Dari cara antre, cara berbicara, hingga cara menolong sesama, semua adalah cermin Tapteng di Tanah Suci,” tambahnya. Di penghujung sambutan, ia menyampaikan salam hangat dan doa restu dari Bupati Tapanuli Tengah yang tidak dapat membersamai pelepasan kali ini.


*Dari Tapteng ke Arafah: Komitmen Pelayanan hingga Mabrur*


Usai prosesi pelepasan, iring-iringan bus Kloter 14 bergerak menuju Asrama Haji Medan. Di embarkasi, jemaah akan menjalani pemeriksaan akhir kesehatan, pembagian living cost, gelang identitas, serta manasik pemantapan sebelum terbang ke Arab Saudi.


Keberangkatan Kloter 14 menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Tapteng dalam mengawal warganya beribadah. Mulai dari manasik intensif di tingkat kecamatan, fasilitasi dokumen, layanan kesehatan, hingga pendampingan oleh petugas daerah, semua dikerahkan agar jemaah berangkat tenang dan pulang membawa kemabruran.


Dari pelabuhan hati di Tapanuli Tengah menuju Padang Arafah, 355 kisah pengorbanan berangkat bersama. Ada yang melepas sawah warisan, ada yang menabung receh demi receh sejak muda, ada yang menggantikan wasiat almarhum orang tua. Semua disatukan oleh satu kalimat talbiyah. Doa Bumi Pesisir mengiringi: berangkat dalam lindungan-Nya, wukuf dengan kekhusyukan, melontar dengan keteguhan, tawaf dengan air mata syukur, dan pulang sebagai haji mabrur yang menebar cahaya bagi Tapanuli Tengah.

Share:
Komentar

Berita Terkini