-->

DR. H. MUHAMMAD DAVID SARAGIH KAWAL KLOTER PAMUNGKAS 235 JEMAAH CALHAJ EMBARKASI MEDAN KE TANAH SUCI, ZULKIFLI SITORUS TEGASKAN: PEMBERANGKATAN 2026 SUKSES TOTAL TANPA JEMAAH TERTINGGAL

Editor: Redaksi author photo










Medan — Jurnalisku.com

Minggu, 10 Mei 2026, jam dinding Asrama Haji Medan berdetak menuju pukul 06.30 WIB. Di halaman utama Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, 235 koper berjejer rapi, 235 hati berdebar kencang, 235 pasang mata berkaca-kaca. Embarkasi Medan akhirnya menuntaskan tugas sucinya. Kloter 17, kloter penutup musim haji 1447 H/2026 M, resmi diberangkatkan menuju Baitullah di bawah komando Ketua Kloter Dr. H. Muhammad David Saragih, S.Ag., M.M.


Takbir menggema, pelukan keluarga menghangat, doa-doa dilangitkan. Kloter terakhir ini menjadi simbol tuntasnya perjuangan panjang Embarkasi Medan memberangkatkan ribuan tamu Allah dari Bumi Melayu Deli. Tidak ada yang tercecer. Tidak ada yang tertunda. Semua nama yang dipanggil, semua berangkat dengan senyum dan air mata haru.


*Amanat Pamungkas di Gerbang Keberangkatan*


Sebelum pintu bus tertutup, Dr. H. Muhammad David Saragih yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tebingtinggi mengambil pengeras suara. Suaranya bergetar menahan haru sekaligus tegas memimpin. “Bapak Ibu jemaah Kloter 17, dengarkan saya. Tiga hal tidak boleh lupa sampai pulang ke tanah air. Pertama, jaga fisik, stamina, dan kesehatan. Haji itu maraton ibadah. Dari tawaf, sai, wukuf, sampai lontar jumrah butuh badan yang kuat. Kedua, disiplin waktu. Satu menit di Masjidil Haram lebih mahal dari emas. Ketiga, patuh aturan. Dari sini, di pesawat, di hotel, di masjid, sampai di Jamarat,” tegas David.


Ia menekankan bahwa 235 jemaah ini bukan sekadar pelancong rohani. “Kita duta Indonesia. Dunia melihat kita. Jemaah Indonesia itu terkenal santun, ramah, suka mengalah untuk kebaikan. Tolong jaga itu. Jangan mencela, jangan mendorong, jangan buang sampah sembarangan. Perbanyak istighfar, perbanyak tolong-menolong, perbanyak khusyuk,” pesannya disambut anggukan 235 kepala.


David menutup dengan permohonan yang membuat suasana kian syahdu. “Kami titip doa untuk kami dan kami titip doa untuk Sumut dan Indonesia. Doakan kami sehat berangkat, sempurna ibadah, selamat pulang, tidak kurang satu apa pun. Doakan kami semua menjadi haji mabrur dan mabruroh yang pulangnya membawa perubahan.”


*Kakanwil: Ini Kerja Jariyah Kolosal, Sumut Buktikan Kelasnya*


Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., mengaku tak bisa tidur nyenyak sebelum Kloter 17 ini lepas landas. “Alhamdulillah, ya Allah. Lega. Seluruh jemaah haji asal Sumatera Utara tahun 2026 telah diberangkatkan dengan aman, nyaman, dan lancar melalui Embarkasi Medan,” ucapnya dengan suara lega.


Zulkifli menyebut keberhasilan ini adalah amal jariyah kolektif. “Dari petugas kloter, pembimbing ibadah, dokter, perawat, PPIH, cleaning service asrama, petugas koper, imigrasi, bea cukai, karantina, TNI-Polri, Dishub, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, hingga abang becak yang ngantar jemaah ke asrama. Semua punya saham pahala. Embarkasi Medan tahun ini membuktikan kelasnya: zero drama, zero jemaah tertinggal, zero keluhan berarti,” tegasnya.


*Epilog: Dari Medan Menuju Padang Mahsyar Mini*


Dengan mengangkasanya Kloter 17 dari Kualanamu, maka lembaran pemberangkatan Embarkasi Medan 2026 resmi ditutup. Ribuan langkah telah diayun dari rumah-rumah di pelosok Sumatera Utara menuju Multazam. Di depan mereka kini terbentang Padang Arafah, miniatur padang mahsyar tempat seluruh dosa diadukan dan ampunan diturunkan.


Doa dari Medan mengiringi: Ya Allah, lancarkan wukuf mereka, terimalah tawaf mereka, sempurnakan sai mereka, jagalah mereka dari marabahaya, dan kembalikan mereka ke pangkuan keluarga sebagai manusia baru. Manusia yang mabrur ibadahnya, mulia akhlaknya, dan berkah hidupnya untuk bangsa.


Dari Medan untuk Arafah. Dari Arafah kembali ke Indonesia membawa cahaya.

Share:
Komentar

Berita Terkini