Balige - Jurnalisku.com
Musyawarah Kabupaten Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Toba berujung ricuh. Pemilihan Ketua KORMI Kabupaten Toba yang digelar Kamis malam, 30 Mei 2025, di Sinar Minang, Kecamatan Balige, resmi dinyatakan batal dan tidak sah oleh KORMI Sumatera Utara. Penyebabnya: dugaan intimidasi yang melibatkan dua anggota DPRD Toba, yakni Janner Sitorus dan Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan.
Ketua KORMI Sumut, Daffasyah Sinik, naik pitam. Ia menegaskan Muskab Toba cacat prosedur karena diwarnai tekanan dari Franshendrik Tambunan yang masa jabatannya sebagai Ketua KORMI Toba sudah berakhir. “Intimidasi yang dilakukan oleh saudara Franshendrik yang sudah habis masa jabatannya, dengan perlakuan tersebut organisasi KORMI telah dicoreng nama baiknya. Tentunya saya kecewa dan marah atas tindakan beliau,” ujar Daffa dengan nada tinggi saat dikonfirmasi, Jumat, 2 Mei 2026.
Menurut Daffa, Muskab seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan adu otot. “Kemarahan dan rasa kecewa saya terhadap Franshendrik sebab tidak bersaing secara sehat untuk menjadi Ketua KORMI Toba terpilih selanjutnya dalam Muskab yang dilaksanakan kemarin di Sinar Minang, Kecamatan Balige,” tegasnya. Ia menilai tidak pantas seorang tokoh publik di Toba datang dan merusak musyawarah resmi yang difasilitasi KORMI Provinsi Sumatera Utara. “Atas tindakan ini kita akan menerbitkan surat musyawarah ini tidak sah dan ilegal,” katanya.
Daffa meminta masyarakat Toba tidak terkecoh. “Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Toba, agar tidak mempercayai musyawarah yang terjadi kemarin, karena tidak didukung oleh KORMI Sumatera Utara serta tidak mendapat perlakuan yang sah. Untuk itu KORMI Sumatera Utara akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang telah membuat kegaduhan di Muskab Toba,” tuturnya.
Ia membeberkan kronologi pendaftaran. KORMI Sumut membuka pendaftaran calon Ketua KORMI Toba sejak 6 April 2026. Hingga penutupan 1 Mei 2026, hanya satu nama yang mendaftar resmi: Janner Sitorus. “Kenapa saudara Franshendrik berlaku tidak pantas? Padahal sudah kami beri waktu panjang. Kalau mau maju, ikuti mekanisme. Jangan main paksa di forum,” ucap Daffa.
Saat dikonfirmasi wartawan Mistar, Jumat, 2 Mei 2026, Franshendrik Tambunan memilih bungkam. Ia hanya mengirim pesan singkat. “Nanti akan dijawab dengan bukti di lapangan, kami akan segera konferensi pers,” tulisnya.
Batalnya Muskab KORMI Toba ini menambah daftar panjang konflik organisasi olahraga masyarakat di daerah. KORMI Sumut menegaskan akan segera menjadwalkan ulang Muskab Toba dengan pengawasan ketat agar tidak terulang insiden intimidasi. “KORMI ini rumah besar olahraga masyarakat. Jangan dijadikan panggung politik dan arogansi kekuasaan,” tutup Daffa.
