Stabat — Jurnalisku.com
Selasa, 12 Mei 2026, Rumah Dinas Bupati Langkat menjadi ruang dialog antara Langkat dan PBB. Bupati Langkat H. Syah Afandin menerima kunjungan resmi United Nations Development Programme Indonesia yang diwakili Deputy Resident Representative, Sujala Pant. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat: Langkat siap membuka diri untuk kolaborasi internasional demi mempercepat pembangunan daerah yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Agenda utama pertemuan adalah merancang skema kerja sama di empat pilar strategis: pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan misi besar Pemkab Langkat dalam menciptakan lapangan kerja, menguatkan UMKM dan koperasi, serta menjadikan pariwisata sebagai mesin ekonomi baru.
*UNDP Lihat Potensi Besar di Bukit Lawang, Tangkahan, dan Sei Bingai*
Dalam audiensi, Sujala Pant memaparkan rekam jejak UNDP yang telah lama bermitra dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Fokus kerja sama selama ini meliputi konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan lingkungan hidup, hingga penguatan sektor strategis yang menopang pembangunan berkelanjutan.
“UNDP ingin memahami langsung visi dan prioritas pembangunan Kabupaten Langkat. Kami melihat potensi besar di kawasan Bukit Lawang, Tangkahan, dan Sei Bingai sebagai destinasi wisata berbasis alam dan konservasi,” ujarnya.
Lebih dari itu, UNDP menegaskan komitmen untuk mendukung program pengelolaan sampah dan penguatan kapasitas masyarakat. Tujuannya agar masyarakat Langkat dapat tumbuh mandiri secara ekonomi tanpa merusak sumber daya alam yang menjadi modal utama daerah.
*Bupati Syah Afandin: Alam Langkat Harus Jadi Sumber Kesejahteraan, Bukan Kerusakan*
Bupati Syah Afandin menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Langkat memiliki kekayaan alam luar biasa yang perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Mulai dari wisata alam, kawasan konservasi, hutan mangrove, hingga potensi desa wisata. Semua ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika dikelola dengan benar,” kata Bupati.
Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kami tidak ingin wisata hanya ramai pengunjung, tapi masyarakat sekitar tidak merasakan manfaatnya. Pariwisata harus membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM dan koperasi, serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan. “Pembangunan di Langkat harus menjaga alam tetap lestari. Wisata tumbuh, masyarakat sejahtera, dan lingkungan terjaga. Itu prinsip yang kami pegang,” tambahnya.
*Kolaborasi dengan UNDP Jadi Jalan Masuk ke Panggung Global*
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara Pemkab Langkat dan UNDP. Beberapa kepala OPD mendampingi Bupati dalam audiensi, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Bappedalitbang Kabupaten Langkat.
Dengan pendampingan UNDP, Langkat berpotensi mengakses standar internasional dalam pengelolaan destinasi wisata, skema pembiayaan hijau, dan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Bukit Lawang yang terkenal dengan konservasi orangutan, Tangkahan dengan ekowisatanya, dan Sei Bingai dengan wisata alamnya kini diproyeksikan naik kelas menjadi destinasi kelas dunia.
Dari Stabat, Langkat mengirim pesan jelas: daerah ini siap bersinergi dengan dunia untuk membangun ekonomi yang tidak mengorbankan alam. Kolaborasi dengan UNDP diharapkan menjadi jembatan menuju masa depan Langkat yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya saing.
