Langkat — Jurnalisku.com
Sabtu–Minggu, 9–10 Mei 2026, Masjid Amaliyah Dusun Karya Dadi, Desa Pekan Sawah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, mendadak ramai. Bukan pengajian rutin, tapi kedatangan Tim Keagamaan MAN 1 Medan yang menggelar Penyuluhan Fardhu Kifayah selama dua hari penuh. Sebanyak 17 personel diterjunkan, terdiri dari 9 siswa peserta dan 8 guru-pengurus, untuk melatih sekaligus mempraktikkan ilmu pengurusan jenazah langsung di hadapan warga.
Kegiatan dibina langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keagamaan MAN 1 Medan, M. Choiruddin, M.A., dengan pelatih utama Edi Susanto,S.Pd.I. Turut mendampingi Mahmud Qazzan Zaki Sinaga, M.Pd. dan Muhammad Yamin, http://S.Pd. Pelepasan tim dilakukan Sabtu pagi pukul 08.30 WIB dari halaman madrasah. “Tujuan kegiatan ini untuk mengasah skill tentang fardhu kifayah dan melatih keberanian siswa MAN 1 Medan agar mampu terjun langsung ke masyarakat,” tegas M. Choiruddin saat melepas rombongan.
*Bukan Sekadar Teori, Siswa Praktik Kafani Jenazah di Depan Warga*
Sesampainya di Langkat, tim tidak hanya ceramah. Mereka membuka serangkaian kegiatan yang melibatkan warga dari anak-anak hingga orang tua. Lomba azan, tahfiz Al-Qur’an, dan lomba mewarnai untuk anak-anak setempat membuat masjid hidup sejak pagi. Puncaknya, warga mendapat penyuluhan sekaligus simulasi praktik fardhu kifayah: tata cara memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam.
Para siswa MAN 1 Medan bergantian mempraktikkan cara mengkafani jenazah dengan kain kafan, menjelaskan simpul, lapisan, hingga doa-doanya. Warga Dusun Karya Dadi menyambut antusias. “Kami baru tahu ternyata mengkafani tidak sembarangan. Ilmunya detail. Alhamdulillah anak-anak madrasah mau berbagi langsung,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
*Latih Mental, Bangun Kepedulian, Eratkan Silaturahmi*
Bagi siswa, kegiatan ini jadi kawah candradimuka. Mereka ditantang bicara di depan umum, memimpin praktik, dan menjawab pertanyaan warga. “Awalnya grogi, tapi lama-lama percaya diri. Ternyata ilmu yang kami dapat di madrasah sangat dibutuhkan masyarakat,” kata salah satu peserta.
Lebih dari itu, kehadiran Tim Keagamaan MAN 1 Medan menjadi jembatan silaturahmi antara madrasah dan warga Desa Pekan Sawah. Interaksi dua hari itu menumbuhkan rasa saling percaya, sekaligus menanamkan jiwa sosial dan kepedulian pada diri siswa.
*Penutupan Penuh Haru, Warga Minta Kegiatan Digelar Rutin*
Minggu, 10 Mei 2026, kegiatan resmi ditutup dalam suasana kekeluargaan. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara tim MAN 1 Medan dengan warga, pengurus BKM Masjid Amaliyah, serta perangkat desa. Tangis haru dan ucapan terima kasih mengalir dari warga.
“Ilmu fardhu kifayah ini wajib tapi sering terlupakan. Kalau anak muda madrasah tidak turun, siapa lagi? Kami berharap kegiatan seperti ini rutin, jangan sekali saja,” pinta warga.
Dengan kembalinya 17 personel ke Medan, MAN 1 Medan membuktikan bahwa madrasah bukan menara gading. Ia turun, menyapa, dan mengabdi. Dari ruang kelas ke serambi masjid di Langkat, dari teori ke praktik nyata: menyiapkan generasi yang cakap ilmu, berani tampil, dan peduli pada umat.
