-->

PKS ACEH KAWATKAN BARISAN DI MEDAN: BERSAMA LEGISLATOR SE-ACEH, SIAPKAN AMANAH RAKYAT DAN MESIN KEMENANGAN 2029"

Editor: Redaksi author photo



Medan — Jurnalisku.com

Hotel Arya Duta Medan, 6–8 Juli 2026 tiga hari penuh. DPW PKS Aceh menggelar Bimbingan Teknis bagi seluruh anggota Fraksi PKS DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota se-Aceh. 


Ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah dapur tempat menempa wakil rakyat agar siap bekerja, siap mengawasi, dan siap menjaga kepercayaan rakyat sampai 2029.


Pembukaan Bimtek dihadiri Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar dan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, MA yang mewakili Pemerintah Aceh.


*"Kami Titip Rakyat di Tangan Kalian"* 

Ismunandar membuka forum dengan nada tegas. “Anggota legislatif PKS harus mampu menjadi teladan dalam integritas, pelayanan, dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya di hadapan seluruh peserta.


Ia mengingatkan posisi ganda seorang legislator PKS. Di satu sisi harus jadi mitra pemerintah daerah yang mendukung program pro rakyat. Di sisi lain harus jadi pengawas yang tidak kompromi terhadap kebijakan yang menyimpang.


“Jangan sampai kita terlena dengan kursi. Rakyat memilih kita karena percaya. Kepercayaan itu harus dibayar dengan kerja, bukan dengan pencitraan,” tegas Ismunandar.


Bagi PKS Aceh, Bimtek ini adalah ruang membangun kebersamaan. “Ini bukan hanya forum peningkatan kompetensi teknis. Ini momentum memperkuat semangat kolektif seluruh kader yang mengemban amanah di parlemen,” ujarnya.


*Soliditas Harga Mati Menuju 2029* 

Pesan paling kuat yang disampaikan Ismunandar adalah soal kekompakan. “Soliditas adalah kekuatan utama kita. Anggota legislatif PKS harus tampil sebagai satu tim. Saling menguatkan, bekerja dengan disiplin, dan terus menghadirkan solusi bagi masyarakat.”


Ia meminta seluruh kader membangun kesamaan visi. Memperkuat koordinasi lintas daerah. Dan memastikan orientasi kerja hanya satu: pelayanan.


“Dengan kekompakan dan kinerja yang baik, insya Allah kita dapat menjaga kepercayaan rakyat. Ini sekaligus menjadi modal penting kita menghadapi dan memenangkan agenda-agenda politik serta Pemilu 2029,” kata Ismunandar.


Ia berharap setelah Bimtek ini, lahir legislator yang produktif, berdampak nyata, dan mampu mempercepat pembangunan di daerah masing-masing.


*Apresiasi dan Pesan dari Pemerintah Aceh* 

Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Munawar, hadir mewakili pemerintah. Ia mengapresiasi inisiatif PKS yang fokus pada peningkatan kapasitas kader.


“Kami berharap Bimtek ini memperkuat kapasitas anggota dewan dalam menjalankan tiga fungsi utama legislatif: legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara profesional,” ujar Munawar.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi. “Jika komunikasi antara eksekutif dan legislatif berjalan baik, maka percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Aceh akan lebih cepat dirasakan,” tambahnya.


*Materi Berat, Target Lebih Berat* 

Selama tiga hari, peserta dibekali materi strategis. Dimulai dari penguatan fungsi legislasi, tata kelola pemerintahan yang baik, komunikasi politik, kepemimpinan, hingga strategi pelayanan publik yang berpihak kepada rakyat.


Narasumbernya tidak kaleng-kaleng. Ada akademisi, praktisi pemerintahan, dan pimpinan PKS yang sudah malang melintang di dunia legislatif dan kelembagaan.


Tujuannya jelas. Mencetak legislator yang tidak hanya pintar berdebat di paripurna, tapi juga turun ke bawah, mendengar, dan menyelesaikan masalah rakyat.


*Komitmen Menatap 2029* 

Menutup Bimtek, Ismunandar kembali menegaskan arah. “Melalui Bimtek ini kita ingin membangun kesamaan visi. Memastikan seluruh kader bekerja untuk rakyat. Kekompakan organisasi dan kualitas kerja yang terus meningkat akan menjadi fondasi penting kita menyongsong berbagai agenda politik di masa mendatang,” pungkasnya.(Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini