Serdang Bedagai — Jurnalisku.com
Rabu, 12 Mei 2026, Desa Wisata Kampung Tahu di Dusun Sarang Giting, Kabupaten Serdang Bedagai, mendadak ramai oleh semangat baru. Mahasiswa Jurusan Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Medan turun langsung menggelar sosialisasi Sapta Pesona untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi wisata desanya.
Kegiatan ini dipimpin Ketua Kelompok Mahasiswa, Ibraina Tarigan, bersama timnya: Clara Alshira Siregar, Kezia Britania Tumanggor, Reva Febriani Damanik, Dani Harianto Gultom, dan Putri Theresia Br Ginting. Mereka hadir bukan sekadar kuliah lapangan, tapi membawa misi nyata: menanamkan nilai aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan ke dalam denyut kehidupan warga desa.
*Sapta Pesona Jadi Panduan Warga Mengelola Wisata*
Ibraina Tarigan menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa desa wisata tidak akan maju tanpa keterlibatan warganya sendiri. “Melalui penerapan nilai-nilai Sapta Pesona, kami ingin warga memahami bahwa keramahan, kebersihan, dan kenyamanan adalah modal utama menarik wisatawan,” ujarnya di Medan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan hidup. Warga Kampung Tahu aktif bertanya dan berbagi ide tentang potensi wisata yang dimiliki desa mereka, mulai dari proses pembuatan tahu tradisional, suasana pedesaan yang asri, hingga kuliner lokal yang khas. Kehadiran mahasiswa Poltekpar Medan menjadi pemantik semangat baru bagi Pokdarwis dan masyarakat setempat.
*Warga dan Pokdarwis Apresiasi, Harap Pendampingan Berlanjut*
Salah satu warga, Ibu Nova, menyampaikan terima kasih atas kunjungan mahasiswa. “Kami merasa senang atas kedatangan adik-adik dari Politeknik Pariwisata Medan. Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan tentang pariwisata. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Apresiasi senada datang dari Ketua Pokdarwis Desa Wisata Kampung Tahu, Ali. Menurutnya, sosialisasi Sapta Pesona memberikan dampak nyata pada perubahan pola pikir warga. “Saya lihat masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran pariwisata. Mahasiswa/i Poltekpar Medan juga sangat semangat. Harapan kami, desa wisata ini bisa terus maju dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
Kepala Dusun Desa Wisata Kampung Tahu, Hanisa, juga menilai kegiatan ini langka dan berharga. “Jarang ada mahasiswa yang mau turun langsung ke masyarakat seperti ini. Semoga ke depan mahasiswa Poltekpar Medan mau terus membantu kemajuan desa wisata kami,” katanya.
*Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Pariwisata Desa*
Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Wisata Kampung Tahu diharapkan semakin memahami bahwa kemajuan desa wisata bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan menerapkan Sapta Pesona dalam keseharian, desa ini berpotensi menjadi destinasi yang lebih bersih, ramah, dan berkesan bagi wisatawan.
Bagi mahasiswa Poltekpar Medan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa ilmu pariwisata harus turun ke lapangan. Bagi warga Kampung Tahu, kehadiran mereka adalah energi baru untuk menjadikan tahu, tradisi, dan keramahan warga sebagai daya tarik wisata yang tak terlupakan.(Red)
