Medan — Jurnalisku.com
Rabu, 1 Juli 2026 — Rakernas APEKSI XVIII belum resmi dibuka, tapi Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam sudah lebih dulu menembakkan pesan strategis.
di Lobi Hotel Grand City Hall Medan, ia menegaskan satu rumus penting untuk Indonesia maju. “Kerja sama yang baik antar kota-kota di Indonesia merupakan fondasi penting untuk mewujudkan kemajuan yang merata dan berkelanjutan.”
Sabang datang bukan untuk numpang lewat. Kota di ujung barat Nusantara ini membawa narasi besar. Pariwisata. “Kota Sabang merupakan kota objek wisata yang terus berkembang. Kami berharap masyarakat Indonesia menjadikan Kota Sabang sebagai destinasi wisata utama. Dari titik nol kilometer, keindahan alamnya siap memikat,” ujar Zulkifli.
Dan Sabang punya amunisi lengkap. Lautnya bening tanpa polusi. Pantainya bersih tanpa sampah. Alamnya masih asri seperti baru diciptakan. “Kalau diibaratkan, Kota Sabang itu sebongkah tanah turun dari surga,” katanya, menggambarkan dengan satu kalimat yang langsung melekat.
Tapi yang membuat Sabang beda bukan hanya alamnya. Melainkan manusianya. Zulkifli mengangkat kearifan lokal sebagai modal utama. “Nilai kearifan lokal masyarakat Kota Sabang terlihat dari budaya menerima dan memuliakan tamu. Sikap ramah ini yang membuat setiap wisatawan merasa seperti pulang ke rumah sendiri,” ungkapnya.
Satu hal lagi yang ia jamin dengan kepala tegak. Rasa aman. “Kota Sabang sangat aman dan nyaman. Jika ada tamu yang ketinggalan barang-barang, seperti HP, tas, dompet dan lain sebagainya, pasti akan dikembalikan oleh warga,” tegasnya.
Jaminannya tidak berhenti di situ. “Rasa aman dan nyamannya Kota Sabang itu luar biasa sekali. Jalan-jalan kemana saja siang dan malam tak ada gangguan, tidak ada jambret. Jadi tidak perlu ragu datang ke Kota Sabang, InsyaAllah semuanya aman.”
Urusan lidah? Sabang juga menang. “Mengenai kuliner terkenal khas cita rasa masakan mie Aceh, sate gurita yang menggugah selera,” tutup H. Zulkifli dengan senyum. (Red)
