Deli Serdang - Jurnalisku.com
Pintu Tol Lubukpakam jadi saksi bisu lumpuhnya jaringan narkoba internasional. Satresnarkoba Polresta Deliserdang menggagalkan penyelundupan empat jenis narkotika skala besar: 53 kilogram lebih sabu, 3.249 unit liquid cartridge vape mengandung narkotika, 9.112 butir ekstasi, dan 350 sachet happy water. Tiga tersangka diringkus saat hendak mengedarkan barang haram itu ke Lubukpakam dan sekitarnya. Jika lolos, 250.772 nyawa anak bangsa terancam jadi korban.
Keberhasilan itu menuai banjir apresiasi. Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shahri, S.H., menegaskan pengungkapan ini bukan sekadar soal angka. “Pengungkapan kasus narkoba bukan sekadar soal angka barang bukti dan jumlah tersangka. Di balik setiap penggerebekan, ada nyawa anak bangsa yang berhasil diselamatkan dari kehancuran. Kami memberi apresiasi kepemimpinan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., http://M.Si., Kasat Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., Kanit Idik I Iptu Dhani J. Kurniawan dan jajarannya yang konsisten dan serius memberantas narkoba,” kata Zakky kepada wartawan, Senin 4 Mei 2026.
Zakky yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Deliserdang itu membongkar beratnya kerja polisi di lapangan. “Tim Satresnarkoba Polresta Deliserdang bekerja dengan risiko tinggi. Pengintaian berbulan-bulan, penyamaran, hingga penggerebekan ke sarang bandar bersenjata. Banyak yang tidak pulang ke rumah tepat waktu demi memastikan narkoba tidak sampai ke anak-anak kita. Dedikasi ini layak diapresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia menambahkan, narkoba adalah hulu dari kejahatan lain. “Narkoba adalah pemicu utama kejahatan lain, begal untuk beli sabu, KDRT karena suami kecanduan, anak putus sekolah, hingga kecelakaan lalu lintas. Dengan memutus suplai narkoba, polisi sekaligus menekan angka kriminalitas lain. Satu pengungkapan, puluhan tindak pidana lain yang berhasil dicegah,” tegas Zakky.
Apresiasi senada datang dari Ketua PD AMPG Deliserdang, Dharma Syahputra Purba. “Dengan digagalkannya peredaran narkoba, jika diakumulasikan jumlah tangkapan dan dikonversi dengan nyawa, sekitar 250.772 jiwa yang terselamatkan,” katanya. Dharma memuji Kapolresta Kombes Hendria Lesmana, Kasat Narkoba Kompol Fery Kusnadi, dan Kanit Iptu Dhani J. Kurniawan. “Pihaknya berharap banyak pada Kapolresta beserta jajaran, dan selalu mengedepankan keikhlasan dalam berbuat. Sehingga ke depannya peredaran narkoba di wilayah hukum Deliserdang dapat digagalkan dan dimusnahkan,” ungkapnya.
Ketua MD KAHMI Deliserdang, Dr. Mansyur Hidayat Pasaribu, http://M.Pd., juga angkat bicara. “Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja Polresta Deliserdang,” tukasnya. Ia menyebut keberhasilan ini membuktikan Kapolresta Deliserdang Kombes Hendria Lesmana, Kasat Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, dan Kanit Idik I Iptu Dhani J. Kurniawan tidak main-main melawan narkoba skala besar.
Sebelumnya diberitakan, empat jenis narkotika itu berasal dari Malaysia. Masuk melalui pelabuhan tikus Tanjung Leidong di Tanjungbalai, lalu dibawa lewat jalur darat menuju Lubukpakam. Tim Satresnarkoba sudah mengendus pergerakan sindikat sejak lama. Begitu mobil tersangka melintas di Pintu Tol Lubukpakam, penyergapan dilakukan. Tiga orang tak berkutik. Dari kabin mobil, polisi menemukan sabu 53 kg lebih, ribuan cartridge vape berisi liquid narkotika, 9.112 butir ekstasi, dan 350 sachet happy water.
Dengan digagalkannya peredaran ini, Polresta Deliserdang menyelamatkan 250.772 jiwa dari jerat narkoba. Satu pengungkapan, ratusan ribu masa depan terselamatkan. Dari pelabuhan tikus Tanjungbalai hingga pintu tol Lubukpakam, pesan Polresta Deliserdang tegas: Deliserdang bukan jalur aman untuk bandar internasional.
